SEPULANG SEKOLAH

 SEPULANG SEKOLAH


Rusdi merogoh saku celana merah. Diambilnya segenggam gundu dengan rona bahagia. Senyum kemenangan jelas terlukis di wajahnya. Istirahat kali ia jadi raja lapangan. Tak ada satu pun yang mampu mengalahkannya dalam beradu gundu.


"Ajarin lah, gimana caranya!" Nanang teman sebangkunya menyenggolkan sikunya ke tubuh Rusdi. 


Rusdi mengangkat lehernya lalu menepuk dada. Wajahnya tersenyum jahil. "Itu mah gampang ...! Nanti pulang sekolah ke rumah yuk. Aku ajarin!" 


"Baik anak-anak jangan lupa kerjakan PR ya!" Suara bu guru mengakhiri pelajaran kelas 3C. Selepas selesai berdoa tanpa komando, seluruh siswa melipat tangannya di depan dada, tubuhnya sikap sempurna dengan wajah kaku seperti menahan napas. "Baik, barisan Rusdi boleh pulang duluan!" suara sorak sorai jelas terdengar.


Nanang dan Rusdi jalan beriringan keluar pintu kelas. "Rus, aku bilang dulu kakakku ya!" Nanang berjalan ke kelas 5 mau bilang dulu ke kakaknya bahwa ia pulangnya ke rumah Rusdi dulu.


"Beres!" Nanang tersenyum sambil mengacung jempol. Rusdi menggangguk lalu berjalan di samping Nanang. 


Rumah Rusdi dekat dari sekolah. Hanya membutuhkan 5 menit saja berjalan kaki. 


"Eh! Itu lihat ..." Nanang menunjuk seorang lelaki berbaju hitam menutup mulut balita. Ia mengangkat balita itu dengan kasar lalu menaruhnya di atas motor. Sedangkan satu orang lainnya telah bersiap mengemudi motor.


Mereka berdua kaget melihat kejadian itu. Rusdi dan Nanang saling pandang. Dengan raut wajah ketakutan. Mereka terdiam mematung. 


Berselang satu menit kemudian. Seorang ibu terlihat kebingungan. "De, tadi lihat anak kecil yang pakai baju biru?" Rusdi menjawab tanpa kata hanya menggangguk. Wajahnya terlihat masih kaget dengan pemandangan yang baru saja dilihatnya.


Nanang memberanikan diri untuk menjawab, "Itu bu, tadi ada orang pakai baju hitam ...," Suaranya bergetar sambil menahan tangis.


"Kenapa dek!" Sang ibu memaksa Nanang menuntaskan ceritanya. "Digendong paksa naik motor," Nanang dengan terbata menyelesaikan apa yang baru saja dilihatnya.


Ibu itu kemudian berteriak histeris. Orang-orang di sekitar mendekati sang ibu. Banyak yang bertanya mengapa beberapa juga mencoba menenangkannya.


***


Rusdi merogoh kembali sakunya yang penuh gundu. Diremas-remas gundu itu hingga terdengar suaranya. Nanang di samping Rusdi, wajahnya tertunduk. Tak lagi penasaran bagaimana caranya menang main gundu.


Seorang bapak berseragam cokelat berada tepat di depan mereka. "Coba ceritakan, apa yang tadi dilihat!" Rusdi dan Nanang kembali saling pandang. Sorot matanya berkata kamu duluan.


"Baik, Dik Rusdi dulu yang cerita," sorot mata pak polisi mengarah pada Rusdi. Rusdi terkesiap raut wajahnya tegang. Pecah, Rusdi tak bisa berkata. Ia mulai menangis.


Wajah pak polisi di depannya kaget melihat Rusdi terisak. Disodorkan segelas air mineral untuk Rusdi. Rusdi menggeleng "Pak, boleh saya pulang?" Sambil meremas-remas tangannya yang basah oleh keringat.


"Baik, tenang dulu ya ..." Pak polisi itu lalu berkata. Ia lalu keluar ruangan. Kembali lagi dengan seorang polisi wanita yang tersenyum ramah.


"Ibu tahu, pasti Dik Rusdi dan Nanang masih kaget dengan kejadian tadi. Ayo ceritakan saja yang diingat. Mohon bantuannya karena dengan keterangan Dik Rusdi dan Nanang kami bisa tahu ciri-ciri pelakunya. Jadi, penjahatnya bisa lebih cepat ditangkap," seorang polisi wanita berkata dengan lemah lembut.


Wajah Rusdi dan Nanang kini terlihat mulai tenang. Rusdi memberanikan diri memulai bercerita apa yang ia lihat. "Kami sedang berjalan .... Kini Rusdi lancar menuturkan apa yang dilihatnya.


Bandung, 25 Juli 2022






Komentar

  1. Penculikan anak, omg ....
    Harusnya pak polisi telpon orang tuanya si Rusdi atau temennya dulu. Biar ngedampingi mereka sebelum interogasi sebagai saksi. Saya jadi rusdi juga pasti cuma gemeteran karena takut.

    BalasHapus
  2. Iih, ngeri amat lah pencurikan anak nih.

    BalasHapus
  3. Ini di jambi lagi heboh berita pnculikan anak, sabtu hilang, kmrn ktmua dlm septic tank sdh tdk brnyawa usia 3thn prmpuan

    BalasHapus
  4. YaAllah kalau denger berita penculilan kaya gini jadi ikutan takut, panik dan kasian.

    BalasHapus
  5. ih....serem ya, penculikan anak makin berani

    BalasHapus
  6. makin merajalela ya penculikan anak

    BalasHapus
  7. Semoga anak tersebut lekas bisa ditemukan yaa...kasihan ibunya

    BalasHapus
  8. Ketakutan yang selalu dihadapi oleh semua orang tua ini.

    BalasHapus
  9. penculikan anak sekarang makun berani ya bahkan di kampung2 juga, di iming2i sesuatu hingga anak nurut, aih....serem ya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENJADI BERBEDA

MENDAMBA

Perjalanan Membingkai Makna