Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

GRATIS

  GRATIS Pagi ini sayup kudengar perbincangan ibuku sedang membeli jamu. "Hari ini tukang tahu gak jualan ya?" Tanya ibuku pada tetangga yang juga beli jamu.   "Iya, pada gak jualan. Pabrik tahu gak produksi. Pada demo, harga kedelai naik. "Sekarang mah segala pada naik." Kali ini mbok jamu yang menimpali. Ibuku lalu bilang, "Kayaknya yang gak pernah naik mah napas!" Saya terperangah mendengar perkataan ibuku. Hmm bagaimana bisa, ternyata yang paling penting itu malah gratis?   Bandung, 2 Januari 2020

BOTOL AIR MINERAL

  BOTOL AIR MINERAL Hari ini saya membuang beberapa botol air mineral bekas di sekolah. Ada dua botol yang masih ada airnya. Awalnya saya tak ambil peduli akan langsung buang saja. Namun, ketika di depan tempat sampah ujung mata saya menangkap pot tananan dengan tanah yang kering. Saya lirik sejenak tanaman itu. Oh, ternyata pot itu besar. Sebagiannya bisa terkena hujan sebagiannya lagi ternaungi atap. Hati saya kemudian berbisik, "Siramkan saja air di botol ini!" Saya lalu menyiram sisa air yang ada di botol mineral itu ke area pot yang kering. Selepasnya ada kejut listrik di benak. Hmm apakah ini yang bernama berkah? Ketika menyadari bahwa air yang awalnya sia-sia kemudian bisa begitu bermakna.   Bandung, 15 Januari 2021

BARADE TUTUT

BARADE TUTUT Suatu malam sekitar jam 9an. Di komplek terdengar suara ibu-ibu jualan. "Barade tutut... Barade tutut...." Mendengar suara itu saya terenyuh. Benak saya membayangkan betapa letihnya ibu itu berjualan gak laku-laku sampai malam. Tak lama kemudian saya mendengar suara Ibuku dari arah ruang tamu. "Ibu itu jualan malem-malam sendirian apa gak takut ya?" Terdiam saya menyimpulkan sendiri, betapa kita tak bisa mengendalikan persepsi orang. Satu peristiwa yang sama bisa ditafsirkan orang dengan berbagai ragam tafsir. Bandung, 29 Januari 2021  

GURU DAN GURU

  GURU DAN GURU Pekan ini mulai PAS. Saya dan suami tenggelam dalam lembar jawaban murid. Saya mengajar 6 kelas dengan satu mata pelajaran. Sedang suami hanya 1 kelas namun semua pelajaran karena guru SD. Malam hari, kala anak-anak sudah tidur kami membuka amplop soal dan mulai memeriksa satu persatu lembar jawaban. Sering saya menemukan suami terkantuk-kantuk memeriksa lembar jawaban siswa. Terenyuh hati saya.. Ia lelaki hebat, sebagai guru sering saya dengar curhat tentang materi ini, bagaimana penyampaiannya. Ia selalu memotivasi muridnya untuk berani berbicara di depan kelas. Atau kisah-kisah lain tentang muridnya. Di lain waktu saya sering curhat ke suami tentang puyengnya mempersiapkan lomba mengajar, mengolah nilai rapot kala laptop ngadat atau harus lembur karena ada akreditasi sekolah. Saya sangat bersyukur Allah menjodohkan saya dengan guru juga. Sehingga banyak hal yang bisa kita pahami dari pasangan tanpa ada salah paham atau ngambek-ngambekan. Sebab kita sa...

MASA KECIL KURANG BAHAGIA

  Liburan kali ini banyak waktu tuk menemani Kaka Dede bermain. Entah mengapa setiap bermain, saya menemukan ekspresi keajaiban di wajah mereka. Sering, dalam hati saya berharap masa kecil saya bisa bermain bebas seperti mereka. Bisa main sepeda, berani main ayunan dan serodotan, main air dan tanah ya pokok nya aktivitas di luar rumah. Hmm masa kecil saya lebih sering berada di rumah. Saya masih ingat sekali kunci pintu depan yang sangat tinggi. Tak bisa dijangkau. Maka saya dan adik main berdua di rumah. Di kolong meja belajar dengan gordeng sarung. Berimajinasi sedang kemah atau masuk ke lemari baju ibu saya yang sangat besar. Main kostum kostuman modifikasi dari kain dan baju yang ada di rumah. Ketika ibu pergi, kami diam diam main dandan dandanan. Ambil lipstik dan eye shadow ..coret-coret wajah. Maka kini.. saya punya kesenangan yang luar biasa ketika mengajak Kaka Dede main di luar rumah. Ada semacam rasa dari masa lalu yang ingin dihadirkan. Ada sebuah penasaran yang ing...