Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2022

MENDESKRIPSIKAN MONSTER

Gambar
  Sebagai guru bahasa Indonesia kala memeriksa tugas siswa sering saya terkesima dengan kejutan yang ditulis mereka. Untuk materi deskripsi di kelas 7 saya memberikan tugas berpasangan membuat deskripsi monster. Satu siswa bertugas menggambar monsternya, siswa yang lainnya mendeskripsikannya.  Menatap satu per satu karya siswa membuat saya tersenyum. Betapa kreativitas dalam belajar selalu menyenangkan. Saya tidak bosan membacanya satu persatu.  Berikut saya bagikan tugas yang menjadi favorit ☺️ terima kasih Raihan dan Gais sudah bekerja keras dan bekerja sama dengan baik 👍🏻 Monster Yang Jahat Adalah monster yang sangat jahat. Ia senang menculik anak kecil. Monster ini kadang ceroboh dalam pekerjaannya. Dia menculik anak kecil untuk dimakan, semakin nakal anaknya. Semakin lezat untuk monster itu. Tapi jika anak itu baik akan tidak semakin enak bagi monster itu. Tempat tinggal monster itu di goa yang sangat gelap. Agar monster itu bisa bersembunyi di kegelapan, terkadang...

BERSAMAMU (2)

 BERSAMAMU (2) Kerlip bintang dan embus dingin menyelimuti malam ini. Dinda mematung di jok belakang mobil melirik sekilas spion depan lalu debar tak terdefinisi tiba-tiba menyergapnya. Sayup suara radio mengalunkan lagu Katon Bagaskara Dinda di manakah kau berada Biar kita isi malam Menangis tertawa Dan sampaikan kepada langit dan bintang Sebentuk cinta yang ada 'Kan tetap terjaga "Wah, ini lagu kamu tuh!" Rahman mencairkan suasana. "Eh, iya...." Dinda menyunggingkan seulas senyum dengan terpaksa.  Rahman memutar kunci kontak mobil lalu menginjak pedal gas. Mobil melaju membelah pekat malam.  "Eh, kamu udah makan belum?" Rahman melirik ke jok belakang menunggu jawaban Dinda. "Belum, nanti makannya pas nyampe rumah aja." Dinda menjawab. Rahman mengulurkan roti sobek dan sebotol air mineral ke jok belakang. "Kalau gitu, makan ini dulu!" Dinda menerimanya dengan wajah senang. Terakhir ia pukul 1. Sekarang sudah jam 9 malam. Pastilah i...

BERSAMAMU (1)

 BERSAMAMU (1) "Din, kamu sudah selesai belum?" Tangan lincah Ratih mengepak pakaian untuk pergi. Dinda terperangah dari lamunannya. "Eh, iya!" Segera tangannya kembali memasukan beberapa potong pakaian ke dalam ransel. "Aku dah atur semua, biar kita bisa lewati check point...." Kata Ratih sambil memperlihatkan surat tugas palsu dari rumah sakit bahwa mereka adalah petugas lab yang akan melakukan pengetesan tes massal swab.  Dinda mengacungkan jempolnya setengah hati. Sebenarnya ia tak ada rencana ikut drama ini. Tapi, terpaksa ia lakukan untuk keluar dari siklus sakit hati dengan Reza.  Ini kelima kalinya Reza berselingkuh, namun tetap saja Dinda menerimanya kembali. Reza selalu tahu cara agar Dinda luluh dan kembali ke pelukannya.  Kali ini Dinda sudah muak. Hanya dengan pergi jauh Reza tak akan mampu memperdayanya lagi. Takdir memberikan jalan untuk ini. Ketika  Dinda sedang bertengkar hebat dengan Reza karena ketahuan selingkuh yang kesekian kali, Rati...