DEBAR TELAH USAI
DEBAR TELAH USAI Mengintai apa yang terjadi di dinding kelam atas pengharapan seringaimu mematut di mulut gua sedang napas tersengal tak beraturan ini debar tanpa detak retak sesak dia bulir air mata menganak sungai dari hulu ke hilir mengombak kecewa duka, lara, penat yang ananta maka kata apa bisa tersemat jika langit tercekat? sudut matamu telah cukup berbicara meritul atas apa yang menggelora sinismu di telapak pagi campah memendar sinar mentari aku mematut diri memajang ego pongah malar hingga loka Bandung, 29 Juni 2022