SYUKUR KIRANA
SYUKUR KIRANA
Bagaimana aku akan menulis tentang kecewa? Hm, terdiam merenung dalam benak. Mencari pengalaman tentang kecewa berujung pelajaran berharga.
Ketika berkendara dengan suami pakai motor tua kami Kirana. Benak saya sering mengembara. Menyaksikan mobil mengkilap yang lalu lalang. Ketika mobil yang saya sukai melintas ada percik yang menyala di dada. Ya, Allah mobil itu keren. Bersit hati ini berkata, kapan ya punya mobil?
Perasaan itu makin menjadi-jadi kala Kirana sedang ngambek. Ia diam saja tak mau mengantar kami. Bisa karena rantai yang copot, karburator yang kena air atau hal yang biasa kami alami yaitu habis bensin. (Kirana indikator bensinya sudah tidak berfungsi jadi kalau lalai mengecek bensin pas lagi jalan suka tiba-tiba mogok karena ternyata tangki bensinnya sudah kosong 😁). Kayaknya, kalau punya mobil bagus ini gak akan terjadi deh.
Perasaan ini akan meraja kalau hujan turun deras. Saya akan menggigil kedinginan dibonceng suami. Di lampu merah, saya melirik mobil di samping. Menerawang dari kaca jendela mobil, penumpang yang kering tidak kuyup seperti saya. Bisa tertidur dengan lelap di deras hujan. Sepertinya mereka sangat nyaman dan bahagia. Tangan mengelus dada. Hati kembali berkata, semoga suatu hari punya mobil.
Hingga suatu sore, hujan deras sepulang sekolah. Saya dan suami melintasi jalan protokol. Jalanan mulai tergenang air. Seorang kakek tua menggunakan jas hujan plastik mengayuh sepeda berjualan cilok. Kami bersitatap. Rautnya terlihat begitu lelah.
Hujan mendera-dera. Jas hujan plastik kakek penjual cilok terlihat begitu kuyup. Kayuh sepeda tua masih bergerak di jalan raya. Sebuah sepeda tua yang ringkih. Saya menatap nanar di balik buram kaca helm. Ada haru menyelusup di dada. Deru suara Kirana yang terbatuk-batuk perlahan menyalip sang kakek.
Dalam kecepatan cahaya, benak saya menyala menyaksikan pemandangan itu. Menyadari sesuatu yang luput selama ini. Mungkin Kirana ini adalah impian sang kakek.
Saya tertunduk, tergugu diam sungguh merasa malu dengan keluh dan kecewa yang sering muncul di dalam hati. Sungguh, saya lupa mensyukuri Kirana.
Bandung, 23 Juni 2022
Komentar
Posting Komentar