DEBAR TELAH USAI
DEBAR TELAH USAI
Mengintai apa yang terjadi
di dinding kelam atas pengharapan
seringaimu mematut di mulut gua
sedang napas tersengal tak beraturan
ini debar tanpa detak
retak sesak
dia bulir air mata
menganak sungai
dari hulu ke hilir
mengombak kecewa
duka, lara, penat yang ananta
maka kata apa bisa tersemat
jika langit tercekat?
sudut matamu telah cukup berbicara
meritul atas apa yang menggelora
sinismu di telapak pagi
campah memendar sinar mentari
aku mematut diri
memajang ego pongah
malar hingga loka
Bandung, 29 Juni 2022
Puisinya bagus Kak,
BalasHapusSaya jadiin referensi untuk bikin puisi.
Jadi punya bayangan mau buat seperti apa.
Terima kasih, ya, Kak :)
Terima kasih kak :)
BalasHapus