KUCING-KUCING-KUCING DI SEKOLAH

 KUCING-KUCING DI SEKOLAH


Saya bukan penyuka kucing. Di rumah tidak boleh pelihara kucing. Namun di sekolahlah saya mulai kenal kucing dan menyayangi mereka. 


Kucing yang datang ke sekolah adalah kucing liar yang tiba-tiba saja datang. Mereka sepasang. Satu ekor betina berbulu hitam kami panggil Bianca dan satu lagi seekor jantan berwarna kuning. 


Mereka sepertinya nyaman sekali berada di sini. Setiap Senin guru-guru patungan membeli makanan kucing. Tentulah mereka jadi makin betah di sini. Bianca suka tiba-tiba naik ke pangkuan lalu tertidur. 


Suatu hari datang seekor kucing baru. Ia betina juga. Kucingnya sangat lucu. Kata bu Nurul dia mirip kelinci karena bulunya berwarna putih dengan gradasi cokelat. Bulunya halus, kupingnya bersih dan warna mata kemerahan. 


Beberapa orang bilang, sepertinya ia kucing peliharaan yang kabur. Tapi sampai sekarang belum ada yang mencari. Cocoknya kucing ini dikasih nama apa ya? 


Kucing baru ini senang tidur dimana pun. Saya temukan ia tidur di atas berkas, di atas meja kerja bahkan di atas keyboard laptop.


Wah, kalau tidur di atas keyboard laptop saya suka merasa kesal karena tubuhnya akan menekan tombol secara acak. Tulisan di layar laptop menjadi acak-acakan dibuatnya.


Kalau begitu saya mulai mendorong ia ke tepi. Ia kemudian pindah meringkuk di samping laptop. Tanpa sedikitpun merasa bersalah he..he...


Kala hujan mendera ia akan mencari kehangatan. Ia akan mendekati saya sambil mengeong. Gerakan selanjutnya kepalanya  mendongak sambil menatap lekat saya dengan mata indahnya. Setelahnya ia melompat ke pangkuan. Tidurlah ia disana sangat nyaman dan hangat.


Bagian yang paling saya suka kala berinteraksi dengan kucing adalah bagian ia makan. Bianca akan mendekati meja kerja saya, mendongak lalu mengeong. Saya kemudian tersenyum dan berkata, "Lapar ya?" Seperti ia mengerti saja kata-kata saya. Saya kemudian berdiri dan berjalan ke luar ruang guru untuk mengambil makanan kucing kering di loker. Ia berjalan di belakang. 


Setelah makanan kucing ditabur saya pandang lekat bagaimana ia mengunyah. Rezeki Allah begitu luas. Haru meliputi dada kala tersadar bagaimana Allah menggerakkan rezeki kucing lewat kami yang setiap pekan patungan beli makanan kucing. Itu kucing! Yakinkah bahwa Allah pun akan memberikan kecukupan pada kita?


Bandung, 15 Juni 2022




Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENJADI BERBEDA

MENDAMBA

Perjalanan Membingkai Makna