Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

ARUS

Gambar
Peristiwa hanyutnya putranya Ridwan Kamil di Sungai Aaree Swiss membuat saya tertegun beberapa saat. Awalnya riuh di luar, beberapa saat kemudian terjadi keributan di pikir dan badai di dada. Beberapa hari yang lalu peristiwa ini masuk ke dalam mimpi. Oh, saya baru sadar ternyata ini berpengaruhnya besar untuk saya. Ini harus ditulis, pikir saya. Apa gerangan ikat makna yang saya dapatkan dari peristiwa ini 1. Saya menyadari bahwa jalan takdir tak pernah kita bisa prediksi. Dalam satu waktu ia segar bugar selanjutnya kita tahu apa? 2. Berada di Eropa sebelumnya selalu berkonotasi positif. Selalu terlihat keren untuk pergi ke sana. Sebuah impian banyak orang termasuk saya. Nyatanya, itu tak selamanya indah dan sesuai harapan. 3. Benarlah bahwa takdir kita telah tertulis lama sebelum kita lahir. Allah akan memperjalankan hambanya pada apa yang harus ia jalani.  Gaung informasi dan doa beriak ke empat penjuru mata angin. Hitungan jam berubah menjadi hari. Degup berubah debar. Cemas me...

PENANTIAN PANJANG IBU MALIN

  Penantian Panjang Ibu Malin Kerinduan yang bertumpuk akan anaknya yang pergi merantau. Membuat resah gelisah. Doa selalu didawamkan untuk kepulangannya. Akhirnya, doanya terkabul. Berhembus kabar anaknya akan pulang kampung. Rumahnya yang sederhana telah dibersihkan. Ibu Malin memasak makanan kesukaan Malin. Kamar untuknya menginap telah dirapihkan dan wangi dengan bunga-bunga dari kebun belakang. Telah lama dipilih pakaian yang akan ia pakai nanti saat menjemput anaknya di pelabuhan. Hatinya buncah bahagia. Entah berapa kali ia ucap hamdalah di dada. Angin laut mengibarkan kerudung ibu Malin. Semakin dekat kapal yang ditunggu. Berdebar tak karuan menanti. "Ah..anakku akhirnya kau kembali" sorot bahagia berpendar dari mata ibu Malin. Kerumunan orang menghalangi pandangan ibu Malin. Anak buah kapal menurunkan muatan. Berdiri gagah penuh karisma anak yang didamba.  Ibu Malin mendekat, wajahnya telah lama terbayang dalam bait doanya. Tak kuat ia untuk berbicara. Tubuhnya berge...