ARUS
Peristiwa hanyutnya putranya Ridwan Kamil di Sungai Aaree Swiss membuat saya tertegun beberapa saat. Awalnya riuh di luar, beberapa saat kemudian terjadi keributan di pikir dan badai di dada.
Beberapa hari yang lalu peristiwa ini masuk ke dalam mimpi. Oh, saya baru sadar ternyata ini berpengaruhnya besar untuk saya. Ini harus ditulis, pikir saya. Apa gerangan ikat makna yang saya dapatkan dari peristiwa ini
1. Saya menyadari bahwa jalan takdir tak pernah kita bisa prediksi. Dalam satu waktu ia segar bugar selanjutnya kita tahu apa?
2. Berada di Eropa sebelumnya selalu berkonotasi positif. Selalu terlihat keren untuk pergi ke sana. Sebuah impian banyak orang termasuk saya. Nyatanya, itu tak selamanya indah dan sesuai harapan.
3. Benarlah bahwa takdir kita telah tertulis lama sebelum kita lahir. Allah akan memperjalankan hambanya pada apa yang harus ia jalani.
Gaung informasi dan doa beriak ke empat penjuru mata angin. Hitungan jam berubah menjadi hari. Degup berubah debar. Cemas mengisi langit-langit udara. Sesak menghimpit dada. Ujung labirin ini masih meliuk dan mendaki.
ARUS
Ada yang berenang di kepalaku
Terseret arus, tenggelam di mimpi-mimpi
Ini tentang sesuatu yang jauh sepertinya
Namun, tadi malam baru kusadari ia berenang di mimpiku
Maka beberapa hal bergelantungan di pohon pikirku
Ini tentang perjalanan jauh juga tentang jalan takdir
Aku melompat menangkap ide yang bergelantungan di dahan itu
Ya, ini tentang berita-berita yang melintas di kepala
Berharap hanya lintas, namun ternyata ia bercokol
Menancapkan pakunya di batang ingatan
Tentang air, tentang sungai, tentang perjalanan tak terduga
Dan juga tentang akhir segalanya
Aku menghela napas penuh
Menggapai bulir oksigen yang tersesat di labirin waktu
Semua telah tercatat sebelum hadir ke bumi
Lahir, mati, rezeki, kesempatan, kesempitan
Ia menjelama keping puzzle acak berserak
Aku memungutnya satu persatu
Menghidu pengalaman yang jerih dan perih
Menatap lama dengan kerut alis
Mencari rentang benang silang: apa gerang hubung makna semua ini?
Bandung, 31 Mei 2022
Sumber foto: Instagram Ridwan Kamil


Komentar
Posting Komentar