MASA KECIL KURANG BAHAGIA

 

Liburan kali ini banyak waktu tuk menemani Kaka Dede bermain. Entah mengapa setiap bermain, saya menemukan ekspresi keajaiban di wajah mereka. Sering, dalam hati saya berharap masa kecil saya bisa bermain bebas seperti mereka. Bisa main sepeda, berani main ayunan dan serodotan, main air dan tanah ya pokok nya aktivitas di luar rumah.

Hmm masa kecil saya lebih sering berada di rumah. Saya masih ingat sekali kunci pintu depan yang sangat tinggi. Tak bisa dijangkau. Maka saya dan adik main berdua di rumah. Di kolong meja belajar dengan gordeng sarung. Berimajinasi sedang kemah atau masuk ke lemari baju ibu saya yang sangat besar. Main kostum kostuman modifikasi dari kain dan baju yang ada di rumah. Ketika ibu pergi, kami diam diam main dandan dandanan. Ambil lipstik dan eye shadow..coret-coret wajah.

Maka kini.. saya punya kesenangan yang luar biasa ketika mengajak Kaka Dede main di luar rumah. Ada semacam rasa dari masa lalu yang ingin dihadirkan. Ada sebuah penasaran yang ingin dipuaskan. Ketika kecil betapa ingin saya main air atau meraba pasir yang berubah menjadi lumpur.  Hmm mungkin ini rasanya masa kecil kurang bahagia he..he..

Merenung kini.. awalnya saya suka berharap masa kecil saya lebih menyenangkan. Hmm namun lewat tulisan ini, saya baru nyadar sebagai anak.. tembok bukan batasan. Walaupun saya terbatas menjelajah luar rumah. Jiwa petualang anak selalu menemukan cara untuk menghilangkan dahaga penasarannya. Hmm mungkin ini pencerahan bagiku untuk berdamai dengan masa lalu..

 

Rumah, April 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENJADI BERBEDA

MENDAMBA

Perjalanan Membingkai Makna