CATATAN DI TANTANGAN TERAKHIR

 CATATAN DI TANTANGAN TERAKHIR 


Bismillahhirahmanirahim. Semoga saya bisa menyelesaikan tulisan ini sampai rampung 600 kata. Badan sedang kurang fit. Adaptasi mengajar dari daring ke luring memang luar biasa. Nampaknya tubuh shock dengan perubahannya.


Sudahlah curhatnya. Mari kita mulai essaynya. Hm, sebenarnya dari dua tahun yang lalu saya ingin bergabung dengan ODOP. Namun entah mengapa gak jadi saja. Maka, Alhamdulilllah 🤲🏻 di tahun ini bisa ikut seleksi. Yang ternyata sebuah seleksi ya ng tak main-main.


Hal yang paling "mengerikan" ada dua. Pertama adalah syarat jumlah kata yang terus meningkat setiap pekannya. Weleh-weleh saya yang biasanya ikut challenge menulis puisi yang hanya beberapa bait. Kini harus putar otak agar tulisan bisa sesuai syarat. Namun Alhamdulilllahnya sampai sekarang masih bisa berjalan.


Yang ke dua adalah panjangnya waktu challenge. Saya sampai lupa apa 2 bulan atau 3 bulan ya? Bisa konsisten selama itu sungguh membutuhkan perjuangan. Apalagi kalau kondisi tubuh yang kurang fit seperti sekarang. Harus menahan ngantuj dan pening kepala untuk terus menulis.


Ada beberapa hal yang berkesan di rekrutmen ODOP. Pertama adalah usia pesertanya merentang dari anak SMA sampai emak-emak kayak saya. Jadi saya gak minder gitu ☺️


Kedua saya merasakan PJ Kak Utami dan Kak Naila sangat perhatian dan supportif pada kami. Khususnya saya pernah merasa sudah kirim tepat waktu. Eh, kok tapi punya utang tulisan. Ternyata karena setting waktu blog saya Los Angeles 😅 Kak Utami dengan telaten menyelesaikan masalah itu. Alhamdulilllah 🤲🏻 jadi gak punya utang.


Ketiga banyak sekali kelas yang diselenggarakan oleh pihak ODOP untuk kami. Materinya mantap-mantap. Kayaknya semua hal tentang menulis dibahas deh. Beberapa saya ikuti namun beberapa yang lain tak ikut karena ketiduran 😅


Keempat ada ajang perkenalan antar peserta challenge. Alhamdulilllah 🤲🏻 kebagian juga jadi bintang he..he.. Yang menarik pas memperkenalkan diri harus dicantumkan pengalaman lucu. Waduh! Rada lama juga berpikir menemukan pengalaman itu. Namun akhirnya ketemu juga. Pengen tahu? Begini ceritanya ...


Waktu itu sedang donor darah. Perut terasa gak enak. Ada angin yang berputar di dalam mendesak ingin keluar. Inginnya segera dikeluarkan, pergi ke tempat menyendiri untuk buang angin tapi tangan tersambung selang ke labu darah. Saya berusaha tahan buang angin. Malu atuh sama petugas donor darah kalau bau. Mata saya menatap wajah penyadap darah di samping. Ia pakai masker. Benak saya benderang, "Ah, kan pakai masker. Kalau kentut gak akan tercium," dalam batin berkata. Saya putuskan perlahan mengeluarkan angin. Alhamdulillah perasaan lega mendera. Namun, dalam kecepatan cahaya bau tak sedap mengitari udara. Saya sendiri yang pakai masker mencium itu. Waduuh! 😣


Wah, ternyata belum sampai 400 kata ya? 😅 Tadi barusan check di word counter. Hm, cerita apalagi ya?


Oh ya ada lagi. Ini adalah pertama kalinya saya ikut challenge menulis di blog. Biasanya di IG. Nah, karena tulisan saya sekarang sudah banyak di blog. Jadi, bisa digunakan sebagai bahan ajar untuk murid-murid ☺️ Reaksi murid pertama kali gak percaya ternyata gurunya bisa berkarya dan ehm sedikit berprestasi. Saya lalu bisa sharing tentang proses kreatif saya dalam menulis. Juga bagaimana saya menghadapi kekalahan. Saya bilang pada murid-murid "Coba tanyakan pada yang sudah juara satu. Berapa kali ia sudah kalah? Karena untuk jadi juara perlu kalah dulu. Ada gak yang sekali ikut lomba jadi juara satu. Hm, mungkin ada tapi itu sedikit sekali.


Kepala saya sudah berdentang-dentang. Rasanya cukup essay ini. Semoga sudah mencapai 600 kata. Aamiin 🤲🏻


Waduh ternyata belum. Kalau begitu saya lampirkan puisi di tulisan ini. Salah satu puisi favorite saya. Dan pernah dibukukan bersama Eyang Sapardi Djoko Damono


JIKA KAU PENAT MENULIS (ingatlah)

.

Berapa ratus kali

Chairil Anwar...

Merevisi 

puisi-puisinya?

.

Berapa ribu jam

Andrea Hirata

Luangkan waktu

Menulis novel-novelnya?

.

Berapa juta puisi

Sapardi Djoko Damono tulis

Agar menjadi... Legenda?

.

Milyaran Kata

Berderap dalam baris

Mengalirkan 

Tinta-tinta

Ide cemerlang

.

Maka...

Pantaskah,

Jika...

Aku..

Baru sekali, belas atau puluh

Menorehkan ide

lalu akan lahir

Maha karya?

.


Bandung, 31 Juli 2022


Komentar

  1. Setiap baca keluar angin ngakak🤣

    BalasHapus
  2. jleb banget ini, terima kasih remindernya
    jika penat menulis, saya istirahat sebentar, tetap memaksa untuk menulis walaupun seidkit, jika nanti berhenti menulis, akan sulit lagi memulainya
    ODOP sukses memaksa ya kak hehe

    BalasHapus
  3. Walaupun mengerikan, tapi seru banget kan, Kak, wkwk. Bahkan Kak Hilmi udah sampai sejauh ini dan duduk manis di garis finish sambil nunggu nama Kakak ada di papan pengumuman kelulusan, xixi.

    Btw, pengalaman lucu Kakak ini memories banget sih di aku sepanjang SJLD, WKWKWK. Solnya lucu bangetttt wkwk aku baca esai Kakak aja nyengir-nyengir, hihi.

    Btw, selamat ya, Kak, udah berhasil stay dan surviva sampe sejauh ini. Tetep konsisten dan semakin sukses di kepenulisan! See you di ODOP X,Kakk!

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah 🤲🏻 terima kasih ☺️☺️ insya Allah jumpa bersama di hari kelulusan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENJADI BERBEDA

MENDAMBA

Perjalanan Membingkai Makna