PELAJARAN TENTANG REZEKI

PELAJARAN TENTANG REZEKI


Senin pagi, hari yang sibuk. Saya mengazamkan diri masuk tepat waktu. Namun apa mau dikata manusia hanya bisa berencana. Ternyata motor abi bannya bocor. 


Jadi terpaksa kami ke tambal bal dulu. Sambil nunggu ban selesai ditambal, ada yang jual gorengan jadi kami sarapan makan bala-bala dulu.


Setelah selesai tambal ban, motor melesat ke sekolah. Ragaku memang di motor namun pikirku sudah di sekolah. Ketika turun motor saya buru-buru. Motor abi berlalu menuju sekolahnya.


Sampai ke ruang guru menaruh tas. Saya menepuk dahi. Ya Allah bekal makan masih menggantung di motor abi. Saya chat dan telepon abi tidak diangkat. Ya sudah bukan rezeki.


Saya menghela napas menyadari kenyataan ini. Karena saya juga gak bawa uang. Namun lalu benak benderang ingat sesuatu. Oh ya, dalam tas ada kerupuk. Tadi saya masukan ke dalam tas. 


Ada segurat senyum di wajahku. Pendar harapan berkilau. Alhamdulilllah masih ada kerupuk dan ganjel tadi makan bala-bala.


Pukul 11 perut mulai terasa keroncongan. 

Terbayang kembali bekal yang tadi seharusnya saya makan. Hm, apakah saya perlu pinjam uang ke rekan kerja? Benak saya mulai mencari solusi.


Ketika saya berdiri akan melangkah menuju meja rekan kerja untuk pinjam uang. Datang teman lain menenteng kantong kresek tersenyum ke arah saya. Tangannya mengulur, "Bu ini ada titipan dari Mama Malika." Saya terdiam takjub dengan pemandangan yang tersaji.


Alhamdulilllah 🤲🏻 dalam hati saya ucap berulang-ulang. Ketika saya buka kereseknya masya Allah ternyata nasi kotak. Ada yang basah di hati. Gemetar dengan luasnya rezeki Allah 🥺 Selanjutnya jangan ditanya langsung saya buka nasi kotak itu untuk dihabiskan 😁


Hari itu saya menyadari dua hal yang besar. Pertama yaitu sampainya rezeki ke mulut kita memiliki variabel pendukung yang sangat banyak. Jika satu variabel tidak ada maka rezeki tak bisa sampai ke mulut kita. Kedua betapa mudahnya Allah memberi kita solusi dan pertolongan 🥺


Siapa yang mengatur itu semua? Mata saya berkaca-kaca kala mengingatNya.


Bandung, 11 Juli 2022






Komentar

  1. Masya Allah, mba. Rejeki emang datang dengan cara yang ga pernah diduga2 yaaa. Jadi kaya dapat durian runtuh . Datang di saat butuh 😍

    BalasHapus
  2. Berprasangkalah yang baik-baik, inshaa Allah hasilnya pun baik. Itu yang selalu saya ingat di saat dalam kesulitan mbak, thanks bgt ya sharingnya.

    BalasHapus
  3. MasyaAllah, rezeki tak ada yang tahu. Pergi dan datang secara tiba-tiba

    BalasHapus
  4. masyaallah, rezeki datang dari pintu mana saja ya kak, tugas kita hanya tawakkal.
    ya Allah rasanya pasti nyes banget, di saat kita pasrah, pertolongan itu pun datang

    BalasHapus
  5. Masyaallah, Kak. Aku sering banget ngalamin kesempitan seperti itu, tapi Allah selalu kasih kelapangan dalam sekejap. Pernah waktu itu bingung, susu anak habis, uang gak pegang sepeser pun. Yaudah, pasrah aja, kasih teh manis ajalah. Eh, tiba-tiba adik transfer, katanya bayar hutang. Masyaallah ... langsung nangis sendiri.

    BalasHapus
  6. Selalu berprasangka baik dan ikhlas apapun itu, buahnya ada saja rezeki dan kebaikan yang akan datang. Masya Allah ya mba, terharu saya bacanya...

    BalasHapus
  7. Ceritanya sangat menginspirasi kak. Apapun yang terjadi harus sellau berbaik sangka karena janji Allah itu ada. Ketika kita sedang berada di posisi yang sulit, pasti akan datang pertolongan dan rezeki dari Allah.

    BalasHapus
  8. Rezeki itu seringkali datang bagai kejutan ya mba

    BalasHapus
  9. Udah Allah sebutkan dlm quran surah Al Insyiro. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Semoga kt trmsuk golongan org2 yg sbr aamiin

    BalasHapus
  10. Rezeki memang banyak dimensinya ya

    BalasHapus
  11. iya sepakat banget, Rezeki itu ada variabel penyambungnya. buat yang sudah menemukan Variabel tersebut, maka banyak pintu rezeki dari pintu mana saja

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENJADI BERBEDA

MENDAMBA

Perjalanan Membingkai Makna