TIGA PULUH MENIT BERJALAN

TIGA PULUH MENIT BERJALAN


Waktu dulu saya pernah ikut seminar tentang diabetes. Katanya, kalau rutin berjalan kaki 30 menit setiap hari akan mencegah diabetes dan baik untuk kesehatan. Kalimat itu terngiang lama di benak namun tak jua rutin saya melakukannya.


Waktu beranjak, tubuh menua. Sampailah saya di usia kepala empat. Terasa tubuh sudah tak seperti muda. Selepas mengajar, lemas mendera. Kalimat di seminar itu berteriak kencang di telinga. Terdiam menyadari, bahwa fokus pada kesehatan adalah investasi.


Maka, diantara deru aktivitas sehari-hari saya sempatkan untuk berjalan kaki setiap hari. Saya melakukan itu di sekolah. Kadang mengelilingi area literasi dengan rumput sintetis atau di lapangan belakang.


Tiga puluh menit, apakah itu waktu yang sebentar apakah lama? Berkeliling mengayun langkah dengan pola sama ternyata membosankan juga ya? 😁 Perlu kekuatan untuk bertahan mengayun hingga 30 menit berlalu.


Entah berapa kali saya melihat jam tangan. Lamanya 30 menit itu ternyata. Terdiam saya mulai mengoreksi pikiran. Hm, mungkin 30 menit itu terasa lama karena mind setnya menunggu. Coba temukan sudut pandang lain benakku memberi ide.


Saya mulai memperhatikan detail pepohonan yang saya lewati. Bagaimana bentuk daunnya. Bagaimana sinar matahari menembus ranting. Semut merah yang berbaris di dinding. 


Bayangan kaki saya di lantai bergerak melintas. Saya mulai menarik napas dalam. Alir oksigen deras ke kepala. Ujung bibir mulai membentuk senyum. Percik bahagia terasa di dada.


Hujan gerimis mulai turun, saya memperhatikan bagaimana lapangan basket perlahan basah. Kemudian ketika semua area lapangan merata basah permukaannya menjadi mengkilat. Memejam mata lalu menikmati bunyi rintik hujan yang beradu dengan atap.


Terdiam, kini saya merasa tenang sekali. Saya menarik napas dalam hingga ke buluh-buluh dada. Pikiran terasa ringan. Bibir saya mulai tersenyum. Merasakan moment meditatif berjalan pagi. Alhamdulilllah 🤲


MENGAYUN LANGKAH


mengayun udara

di sepoi pagi


lindap lara 

mengitari


bentang abu

terhapus sudah


sorot binar

benderang kini


Bandung, 2 Juni 2022

Komentar

  1. aku juga penggemar jalan kaki tapi di rumah, kalau masak are dapurku kubuat masak sambil berdiri, juga cuci piring, ngepel dan menganngkat jemuran dari mesin cuci dan menjemurnya beres-beres bolak balik dari ruang cuci ruang jemur ruang masak ruang tengan ruang jahitku dan kamar kayaknya lebih dari 30menit sehari, belum lagi nyapu pekarangan, itu termasuk olaraga bukan ya...heheheueu

    BalasHapus
  2. Benar sekali nih kak, aku terbiasa 1 jam berjalan cepat, karena kebetulan dekat rumah ada taman dengan danau. Lumayan luas, 4 kali putaran dengan jalan cepat sudah menghabiskan waktu 1 jam. Semoga kita semua sehat selalu yaaa

    BalasHapus
  3. Betul sekali Kak Hilmi, kadang kita hanya harus merubah mind set untuk menyetel ulang alam bawah sadar kita. Yang tadinya 30 menit terasa lama, setelah kita ubah, 30 puluh menit berlalu sangat cepat. Bonusnya dapat inspirasi menulis, jadi punya tabungan ide :)

    BalasHapus
  4. Setuju kak. Ketika kita akan mengerjakan sesuatu kita harus yakin pasti ada manfaatnya dan yang terpenting adalah selalu berfikiran positif biar manfaatnya juga positif.

    BalasHapus
  5. Luar biasa, mengerjakan sesuatu yang dipaksakan akan trsa pegel bgt ya lahir ya bathin, trbukti dong ya kl sdh diterima di hati akan enteng banget dijalaninya

    BalasHapus
  6. jalan kaki adalah hobi saya. Jalan kaki menyusuri rel kereta api samping perumahan saya. Sejuk dan segar di pagi hari berjalan menyusuri pinggiran rel bersama suami.

    BalasHapus
  7. Bahasa indah sekali, seperti membaca karya novelis yang puitis 😉

    Dapat insight baru juga setelah membaca tulisan ini, jadi ingat salah satu teman guru yang sudah agak sepuh sampai saat ini sehat dan bugar karena kebiasaannya senang berjalan kaki..

    BalasHapus
  8. terima kasih sharingnya kak, sepertinya saya harus coba nih, mau olga kok ga jalan-jalan ada aja alasannya

    BalasHapus
  9. Puisinya bagus kak. Btw, jadi reminder jg untukku yang masih muda, harus sempat²kan olahraga ni minimal jalan kaki. Takut banget nanti klo pas udah tua nyesel

    BalasHapus
  10. Rumahku dekat pantai. Jadi kalo olahraga aku lebih suka di pantai. Jogging sekaligus healing. Sapaan pagi dari orang2 yang juga berolahraga seperti ku jadi moodbooster buat aku

    BalasHapus
  11. Salah satu hal yang perlu di lakukan nih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENJADI BERBEDA

MENDAMBA

Perjalanan Membingkai Makna