SELALU ADA ALASAN UNTUK BERSYUKUR
SELALU ADA ALASAN UNTUK BERSYUKUR
Di sekolah sakit gigi menyerang. Sakitnya terasa seperti nyeri kontraksi mau melahirkan namun tanpa jeda. Saya yang tak biasa minum obat kali ini menyerah. Saya minum obat penahan sakit. Alhamdulilllah tak lama kemudian sakitnya menghilang.
Sampai rumah, gigi mulai sakit lagi. Kaka menyambut seperti biasa. Hampir setiap pulang kaka memperlihatkan karya yang dibuat. Ia membuat gelang dari bekas gulungan selotip dan hiasan permata dari kardus. Wajahnya begitu bersemangat.
"Umi, ini untuk umi!" Sambil memasukan gelang ke lengan saya. Tak biasanya saya merengut menerimanya.
"Kenapa umi?" Wajah kaka heran.
"Umi lagi sakit gigi." Jawab saya sambil memegang pipi.
"Ooh, umi jangan pikirin sakitnya. Tapi inget yang bikin umi bahagia." Wajahnya menatap saya.
Saya tersenyum mendengar kalimat itu sambil memandang lekat gelang pemberian kaka. Dalam hati berkata sungguh dewasa anak ini mampu menasehati yang gak kepikiran oleh orang dewasa.
Sambil memegang pipi saya merenung. Dalam hidup seringnya kita melihat hal buruk yang terjadi. Sakit yang terasa atau rasa kecewa yang muncul. Sama sekali tidak ingat atas sudut indah kehidupan yang Allah izinkan kita untuk cicipi.
Seperti saya fokus pada nyeri gigi yang membahana lalu lupa bahwa disambut hangat oleh anak sepulang kerja adalah kebahagiaan tak terkira. Apalagi Kaka sudah mempersiapkan karya yang ia buat khusus untuk ibunya.
Yap, hari-hari dimana mereka sehat. Bisa makan lancar dan mengajak bercanda. Lebih banyak Allah izinkan untuk dirasakan dibandingkan hari-hari kelabu. Seperti kala anak sakit, susah makan atau tantrum.
Seperti kejadian saya sakit gigi. Hm, bukankah kala hari biasa. Ketika gigi saya tak memberikan sinyal nyeri, saya merasa itu bukan suatu anungerah besar. Kini kala hanya satu gigi saja yang nyeri, rasanya sungguh luar biasa sakit. Dalam hati menderita dan mengeluh banyak.
He..he.. sebenarnya kalau dipikir, ini tetap ada yang perlu disyukuri yaitu yang sakit giginya hanya satu buah. Coba terbayang tidak, kalau sakitnya beberapa gigi? Lalu ditambah sariawan lagi 😣
Seperti cuaca yang tak selamanya langit mendung, hujan deras dan menggelegar petir. Hari-hari yang kita lalui juga kalau direnungi lebih banyak hari dimana langit biru dengan udara segar dan menyenangkan.
Saya jadi ingat sebuah hadist Rasulullah SAW. Barangsiapa yang tidak mensyukuri yang sedikit. Maka ia tidak akan mampu mensyukuri yang banyak (H.R. Imam Ahmad). Ah, mangu saya menyadarinya.
Bandung, 20 Juni 2022
Wuih senengnya dpt kejutan dr anak. Anak sy jg sering sprti itu. Anak mmg sll ingin mmbuat ibunya bhgia. Btw sy jg suka sariawan. Selain kkurngn vit C, sariawan jg bs dtg krn stress, kl sy tndanya bgtu
BalasHapusYa Allah saya pernah sakit gigi. Masya Allah banget rasanya. Semoga segera sembuh yaaa ...
BalasHapusbegitulah kita ya mbak, meski sudah diberi ujian sakit gigi masih selalu beruntung, untung hanya satu gigi dan gak sariawan...hahahha, saya juga oernah begitu mbak, untung gak sampai bolong, untung gak bengkak, dll.
BalasHapussepakat, bahagia itu kita yang menciptakan, dengan mensyukuri apa yang ada akan membuat hidup bahagia
BalasHapusSi kaka pintar, hanya kalimat pendek terlontar dari mulutnya. Mampu mengalihkan sakit gigi orang tua dan bahkan membuat Umi lebih mensyukuri nikmat sehat. God job, Kaka ;)
BalasHapusCeritanya bagus dan menginspirasi kak.. terimakasih kak
BalasHapusCeritanya bagus kak. Mengingatkan untuk bersyukur, satu kata yang sering dilupakan saat masalah menimpa
BalasHapusselalu ada yang bisa kita syukuri meski dari sebuah sakit
BalasHapusjadi, pengingat buat aku yang mengeluh
BalasHapuspengingat yang luar biasa ya, iya kita sering lupa, karena sesuatu yang kecil kita lupa karunia yang besar yang tak terhingga
BalasHapusPaling menderita kalau sakit gigi ya, ketika diberi sakit kita jadi menghargai kesehatan ya
BalasHapus