KOKOK SI HAPPY
KOKOK SI HAPPY
Tangan kakek memegang kardus dengan beberapa lubang di atasnya. Wajahnya sungguh gembira turun dari mobil. "Rizki, sini kakek bawa hadiah khusus untuk kamu" suara kakek terdengar jelas dari arah halaman.
Rizki dan Rani segera keluar menyambut kakek. "Wah, kakek bawa apa?" Mata Rani membulat penasaran dengan isinya. Kakek hanya tersenyum sambil menaruh kardus di tanah. "Koprak..koprak!" Kardus itu bergerak lalu terdengar suara kokok ayam yang berbeda dari yang biasa terdengar. "Ih, itu kayak orang ketawa!" Rani adik Rizki berkomentar.
"Sebentar, kakek buka ya!" Tangan kakek menarik tali rafia agar kardus terbuka. Keluarlah seekor ayam jantan seukuran bola voli. "Ini untuk Rizki" kata kakek. Alis Rizki langsung berkerut. Dalam hatinya berkata aduh, kok kakek kasih ini. Mana keren punya binatang peliharaan ayam.
"Kek, untuk Rani mana?" Suara Rani bertanya manja. Kakek lalu menuju mobil carry dan mengambil plastik berair dengan ikan mas koki di dalamnya "Yeeea!! Asyik Rani dapat ikan" Rani langsung memeluk kakek.
Rani memandang lekat akuarium bundar. Matanya cemerlang kagum akan lenggak lenggok ikan mas koki. Sebaliknya Rizki manyun di ruang tamu melihat Rani yang begitu senang dengan hadiah kakek.
Suara kokok ayam ketawa terdengar jelas dari halaman belakang. Rizki memandang dari balik jendela. Warna bulunya merah dan hitam lehernya bergerak ke depan ke belakang sambil berjalan mengitari halaman belakan.
Awan menghitam di langit. Tetesan hujan mulai jatuh. "Ki, itu ayamnya bawa masuk!" Suara ibu dari arah dapur. Rizki segera memasukan ayam ke dalam kardus lalu menaruhnya di dekat dapur.
Di dalam garasi ayam ketawa berkokok terus. "Kak, ayamnya udah dikasih makan belum?" Tanya Rani.
Rizki segera ke dapur mengambil segenggam nasi. Ia membuka kardus lalu menyodorkan tangannya di depan ayam ketawa itu. Segera ayam itu memakan nasi di genggaman Rizki.
Rani mendekati kakaknya "Kak, ikanku namanya Bella. Kalau ayam kakak namanya siapa?" Tanya Rani sambil memperhatikan ayam ketawa yang sedang mematuk butir-butir nasi.
Rizki memandang dengan lekat sang ayam. Mata Rizki berbinar "Namanya Happy" wajahnya tersenyum.
Ketika makan malam. "Yah, besok bantu bikin kandang untuk Happy ya?" Kata Rizki. "Siiap, di gudang ada sisa triplek. Itu bisa dipake" Ayah menjawab sambil mengunyah tempe bacem buatan ibu.
Esok hari, Rizki pagi-pagi sudah sarapan, memberi makan Happy lalu membuka gudang untuk mengambil triplek.
Di halaman belakang Happy mondar-mandir berkokok kegirangan. Sepertinya ia tahu ia akan dibuatkan kandang.
"Yah, ini bagaimana ukurannya?" Tanya Rizki. Ayah mengambil meteran dan menandai bagian mana yang harus dipotong. "Nanti ayah yang gergaji. Kaka ukur lalu beri tanda ya!"
"Yah, Rani juga pengen bantu" kata Rani dengan nada merajuk. Ayah tersenyum lalu mencubit gemas pipi Rani. "Iya boleh, nanti bantu kakak cat kandang Happy ya" Ayah menjawab sambil mengunyah nasi goreng buatan ibu.
Rizki mengelap keringat di dahinya lalu memandang lekat kandang. Kepala Happy keluar dari kandang lalu Rizki mengelus bulunya.
***
"Anak-anak besok setiap kelompok bawa binatang dari rumah ya.. kita akan belajar keunikan hewan. Silahkan berdiskusi dengan anggota kelompoknya," suara Bu guru membuat mata Rizki berbinar. Dalam hati ia berteriak aku akan bawa Happy.
"Kita mau bawa bintang apa?" Tanya Daffa sang ketua kelompok.
"Bawa yang gampang ajalah ... bawa ikan," kata Rendi. Semua anggota kelompok mengangguk setuju.
"Gimana Riz setuju?" tanya Daffa.
"Sebenarnya saya punya usul lain. Gimana kalau bawa ayam! Saya baru dapat hadiah dari kakek," jawab Rizki bersemangat. Terdengar suara tawa teman-temannya. "Beneran mau bawa ayam?" Nada Rendi meremehkan. "Ayam kan bau!" Teman yang lain menambah sambil memencet hidungnya.
"Jangan ketawa dulu. Ayam ini ayam istimewa. Pokoknya kalian gak akan nyesel!" Rizki menjelaskan pada teman-temannya. "Iya, beneran?" Tanya Daffa. Rizki mengangguk dengan tatapan yakin. "Kalau kalian gak percaya, nanti mampir dulu ke rumah setelah sekolah." Rizki bersemangat.
Mata Daffa, Rendi dan teman-teman sekelompoknya membelalak saat mendengar kokok Happy. Rizki tersenyum lebar melihat ekspresi teman-temannya. "Wuuih, suaranya keren banget!" Kata Rendi.
"Wah, kita bisa dapat nilai besar kalau bawa ini," kata Daffa. "Iya, kelompok kita bisa cari tahu mengapa suara kokoknya seperti ini!" Kata Rizki sambil mengelus bulu Happy.
***
Keesokan harinya di sekolah. Semua pandangan tertuju pada Happy. Beberapa anak perempuan cekikikan mendengar kokok Happy "Riz, ayam kamu lucu ih," kata Tasya. Rizki mengelus bulu Happy sambil tersenyum.
"Ki, aku mau pegang!" Beberapa temannya berseru. "Iya, sebentar," kata Rizki sambil melepaskan Happy dari kardus. Suara kokok tawa terdengar nyaring hingga kelas seberang.
Suaranya menarik perhatian banyak anak-anak. Mereka berdatangan mengerubungi Happy. Happy kaget. Ia terbang ke atas tembok pembatas kelas lalu berlari kencang ke tempat yang lebih sepi.
Beberapa anak berlari mengejar Happy namun semakin dikejar semakin cepat menjauh. "Sudah!! Jangan kejar lagi.." Rizki berteriak berusaha menghentikan kekacauan. Dada Rizki naik turun dengan sorot kesal.
"Gimana, Riz Happy dah ketemu?" Tanya Daffa. Rizki menggeleng dengan sorot mata sayu. "Yuk, sini saya bantu lagi cari." Daffa menghibur Rizki.
Rizki berdiri lalu mulai melangkah. Sayup terdengar suara kokok tawa Happy. "Ki, dari arah sana!" Daffa menunjuk ke arah seberang sekolah.
Mereka berlari beriringan menuju sumber suara. "Hey! Jangan ganggu itu ayam aku!" Rizki berkata tegas kala melihat beberapa anak berusaha menangkap Happy. Segera Rizki mendekap Happy ke dadanya lalu mengelus-elusnya.
***
"Sekian penjelasan dari kelompok kami tentang keunikan ayam ketawa." Rizki menutup penjelasan kelompoknya. Tepuk tangan riuh terdengar. Bu guru menatap kelompok kami lalu mengacungkan 2 jempolnya.
Wah lucu ceritanya g sadar bacanya udah selesai sj, kuterhanyyuuut aku terhanyuut hahah. Mantap loh tulisannya dskripsinya jelas ttg s happy smpe ak rs kenal dkt jg sm s Happy, kirain td judulnya apaaa gitu Mr. HAPPY HAHAHA
BalasHapusTerbayang sih gimana uniknya si Happy, sampai-sampai jadi perhatian orang banyak wkwk
BalasHapusKebayang kek apa ketawanya si Happy.. wkwkkw
BalasHapusAku jadi ngebayangin model kokoknya happy seperti apa ya? Bagus kak ceritanya, kerennnnn
BalasHapuswah....rizky jadi sangat beruntung akhirnya ya, hadiah pemberian kakek jadi bermanfaat....semangat rizky..
BalasHapusAyam ketawa termasuk ayam hias. Wah... Rizky beruntung sekali dikasih kakeknya ayam itu. Kokokannya putus-putus, mirip orang ketawa. Ky, si Happy dipinjam boleh, ga? hihihi.
BalasHapusTulisannya bagus kak. Seru bacanya. Terimakasih kak
BalasHapusaku jadi berasa ikutan ngejar so happy 😄😄
BalasHapusAyam Happy yang benar-benar membawa happy
BalasHapusNama Ayamnya membuat ku tersenyum
BalasHapusketawa bikin happy atau happy bikin ketawa ya, jadi bertanya-tanya hehehe
BalasHapus