Dari Nol Menuju Ananta
DARI NOL MENUJU ANANTA
Menjadi penulis merupakan sesuatu yang timbul tenggelam di perjalanan hidupku.
Menulis di sini tentu bukan menulis diari karena memang hampir setiap hari saya menulisnya he..he.. namun penulis yang beneran. Penulis yang menerbitkan buku. Penulis yang menjadi pembicara di bedah buku. Penulis yang dimintai tanda tangan di bukunya 😁 Rasanya itu seperti di awang -awang. Tak bisa kujangkau.
Kemarin, saya menemukan buku diari lama. Buku diari beberapa tahun lalu, di dalamnya ada tulisan Senin, 30 April 2018 jam 16.52 "Aku perlu android karena itu akan memudahkan aku les menulis daring. Aku merasa perlu bimbingan agar tulisanku bisa dimuat atau diterbitkan." Diam aku mangu membacanya.
Masya Allah, setahun kemudian April 2019 alhamdulillah impian itu mulai bergerak. Di awal Januari 2019 saya bisa beli Android. Memiliki akun Instagram dan mencari jejaring menulis. Saya ikut beberapa event menulis dari sini, @30haribercerita di bulan Januari dan 30 hari bercerita @awi_official. Dari lomba @writeforfuture.wtf Alhamdulillah lolos 30 besar. Lalu Maret dan April ini 2 buku antologi puisi "Menenun Rinai Hujan" Sebuku dengan Sapardi Djoko Damono dan "Kita Kota Kata" Sebuku dengan Aan Mansyur.
Tahun 2020 buku antologi puisi solo pertama saya terbit. Judulnya Dari Nol Hingga Ananta. Alhamdulillah terjual 150 eksemplar. Sebuah mimpi yang berawal dari nol menuju titik tak terbatas.
Saya takjub dengan kekuatan impian kala dituliskan. Memang menjadi penulis itu, selalu timbul tenggelam di hidupku namun ia tak pernah mati. Jika pun ia surut, ia hanya akan jadi bara dalam sekam. Ketika angin mengembus, ia akan berkobar membara di dada. Hmm entah apa selanjutnya? Kadang aku terlalu takut untuk mengetahuinya 😁
REKAHNYA KUNCUP YANG MALU MALU
Waduk tenang
Ditatap rembulan
Kecipak sampan
Melaju perlahan
Gelapnya malam
Bertaburan bintang
sunyi... sepi...
Hampir tanpa suara
Kelak....
Generator akan menderu-deru
Di sini...
Menerbangkan burung-burung
yang hinggap
Kelak...
Ribuan volt listrik
Akan mengalir
Disini
Menerangi
Lampu-lampu ide
Mengisi
Pikiran-pikiran menganga
Rekahkan
Kuncup yang malu-malu
Bandung, 8 Juni 2022

MasyaAllah, hebatnya udah punya karya. Semoga nanti aku bisa ketularan hebat deh. Amin...
BalasHapus